Sederetan Terkait Adanya Dugaan Sendatan Ekonomi Daerah, Masih Terus di Pantau Oleh Pilar Ke IV Pembangunan Nasional.

ROKAN HILIR | detik24.com. Beginilah kondisi keadaan keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau yang sedang hangat di perbincangkan.

Pasalnya, adanya dugaan keterangan yang di anggap saling bersebrangan terkait dengan lemahnya perekonomian daerah yang diduga tak stabil sehingga di sinyalir berdampak bagi masyarakat itu sendiri.

Untuk di ketahui, keluhan yang berkaitan dengan sendatan ekonomi daerah ini bukanlah pertama kalinya yang kerap kali mendapat sorotan publik, berawal dari tak selesainya masalah tunda bayar kegiatan, hingga gaji PTT, ASN, dan TPP, pun hingga saat ini belum ada kejelasannya.

Sementara itu, dalam pemberitaan sebelumnya, TPAD yang di pimpin oleh Sekda Rokan Hilir sempat membantah terkait adanya dugaan sendatan ekonomi daerah ini, Untuk itu dalam perkataannya, Fauzi menyebut, bahwa Keuangan Daerah Rokan Hilir tetap stabil dan solid, sehingga tak memungkinkan untuk membuat adanya dugaan sendatan ekonomi daerah ini ” Demikian yang dapat di simpulkan dari bantahan yang di sampaikan oleh Sekda Rokan Hilir.

Menanggapi keterangan tersebut, wartawan kembali melakukan konfirmasi terhadap berbagai pihak, baik dari kalangan rekanan kontraktor yang diduga terlibat tunda bayar,OPD Daerah, bahkan para guru sekolah guna memastikan keterangan yang telah di sampaikan oleh Sekda Rokan Hilir.

Namun sayangnya, apa yang di katakan oleh sekda Rokan Hilir melalui pemberitaan media, agaknya bertolak belakang dengan keterangan sejumlah pihak yang menerima dampak dari lemahnya perekonomian daerah ini.

Dugaan sementara, adanya kejanggalan dalam mengelola keuangan daerah ini, sehingga tak memungkinkan untuk bisa mengatasi persoalan seperti ini.

Seperti yang di katakan oleh berbagai pihak yang dapat di percaya Senin 13 Mei 2024 menyebut ” Bahwa soal gaji PTT, TPP ASN, yang sudah di bayarkan di bulan Januari, dan februari, selebihnya sampai sekarang belum menerima gaji dan tunjangan bahkan ASN juga mengalami nasib yang sama (TPP belum di bayar) hingga bulan Mei 2024 ini” Sebutnya.

Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *