Medan,- Terkait beredarnya informasi yang menyebutkan bahwa kegiatan pelatihan Pilates yang diselenggarakan oleh Naya Pilates diduga tidak sesuai prosedur. Pihak Naya Pilates angkat bicara.
Penanggungjawab Naya Pilates, Rudi didampingi Tim Kuasa Hukum, Andus H Lingga, S.H dan Suwandi, SH, MH pada wartawan, Sabtu (1/8) menjelaskan, informasi yang sempat beredar tersebut tidak menggambarkan kondisi dan fakta yang sebenarnya.
Lebih jauh, kegiatan pelatihan Pilates yang diselenggarakan oleh Naya Pilates berlangsung pada tanggal 26 Juli 2026 hingga 2 Agustus 2026 dan merupakan kegiatan pelatihan kebugaran dan pendidikan Pilates yang menghadirkan instruktur internasional dari luar negeri.
Terkait dengan kehadiran instruktur dari Australia, yang bersangkutan datang ke Indonesia dengan dokumen perjalanan dan visa yang sesuai dengan keperluan kunjungan. “Selama proses pemeriksaan oleh pihak Imigrasi, kami telah memberikan kerja sama dan informasi yang diperlukan,”jelasnya.
Kegiatan pelatihan tersebut, sambung Rudi, diikuti oleh peserta dalam jumlah terbatas, yaitu sebanyak 9 orang. Pada awalnya, kegiatan dijadwalkan untuk dilaksanakan di studio Naya. Namun, karena adanya renovasi yang dilakukan secara mendadak dan kondisi tempat yang tidak memungkinkan untuk digunakan, kegiatan kemudian dipindahkan ke lokasi alternatif.
Perubahan lokasi tersebut dilakukan semata-mata karena pertimbangan teknis dan kondisi tempat, agar kegiatan yang telah dijadwalkan dapat tetap berlangsung sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, mengingat instruktur internasional yang bersangkutan telah berada di Medan dan memiliki jadwal perjalanan yang telah ditetapkan.
Sementara, Tim Kuasa Hukum, Andus H Lingga SH didampingi, Suwandi, SH, MH menambahkan, pihaknya menghormati proses pemeriksaan dan arahan dari pihak yang berwenang serta berkomitmen untuk selalu mengikuti ketentuan dan prosedur yang berlaku. “Kami juga menyayangkan adanya pemberitaan yang dapat menimbulkan persepsi negatif dan kesalahpahaman di masyarakat tanpa menggambarkan kondisi dan fakta secara utuh,”jelasnya.
“Kami berharap klarifikasi ini dapat memberikan informasi yang lebih lengkap dan berimbang kepada masyarakat serta meluruskan kesalahpahaman yang berkembang terkait kegiatan pelatihan Pilates yang diselenggarakan,”pungkas Andus dan Suwandi. (Tim)
