Diduga Tidak Amanahnya Kepala Desa MOAWE Menjalankan BUMDES Dan Jeleknya Etika Kepemimpinannya

Spread the love

Nias Utara || Menurut pantauan wartawan media ini
ada beberapa kegiatan di Desa Moawe yang tidak sesuai harapan masyarakat Desa Moawe,

Diantaranya seperti, Kepala Desanya tidak amanah atas menyalurkan dan menggunakan Bumdes, Infrastruktur Desa yang seakan akan tidak di perhatikan, Gedung Kantor Desa yang seperti gedung tidak berpenghuni, sepi….

Awak media ini memantau seperti Kantor Desa Moawe ini, gedungnya sudah tegak berdiri, namun yang disayangkan, keadaan kantor Desa Moawe tidak seperti kantor desa pada umumnya.

Kita urut dari halaman depan kantor Desa Moawe ini,

  • Tidak adanya Tiang Bendara yang melambangkan kebanggaan kita sebagai bangsa indonesia, Dan benar benar kantor Desa Moawe kecamatan Lahewa Kabupaten Nias Utara Provinsi Sumatera Utara ini masih terletak dalam teritorial Negara Indonesia.
  • Ditambah lagi dengan tidak adanya
    Plang nama kantor Desa Moawe Kecamatan Lahewa, yang menandakan itu gedung kantoe Desa Moawe.

Awak media ini, memantau kondisi lokasi di lingkup desa moawe yang sangat memprehatinkan ini, Temuan di lapangan kantor Desa Moawe sangat jauh berbeda dengan desa lain nya, yang sabgat luar biasanya, Pada hari kerja hari Senin hingga ~ Jum,at tidak ada satu pun perangkat desa Moawe yang datang
Di kantor desa Moawe untuk melakukan aktivitas melayani masyarakat Desa Moawe, yang juga tidak memiliki, alamat kantor seperti desa desa pada umumnya.

Para Perangkat Desa Moawa seperti :

  1. Kepala Desa
  2. Sekretaris Desa
  3. Bendahara
  4. BPD

Dan seluruh jajaran perangkat Desa Moawe Kecamatan Lahewa lebih memilih untuk cari kerja lain dari pada mengutamkan perannya sebagai pelayanan masyarakat di Desa Moawe.

Dan menurut
Salah satu warga yang pada saat itu juga dijumpai awak media ini dan melakukan wawancara, Warga Desa Moawe tersebut dengan menghela nafas panjang beliau menjawab
Pertanyaan awak media ini warga Desa Moawe tersebut “Bukan hanya saat ini……., Seperti yang bapak lihat lah, ini jajaran perangkat Desa Noawe, Sudah sekian lama tidak ada yang bisa di jumpai di kantor Desa Moawe ini.

Apabila warga desa ada keperluan yang penting dan mendesak atau ada yang mau warga Desa Moawe sampaikan atau pertanyakan warga harus datang kerumah Kepala Desa Moawe ini.

Padahal kalau saja bawahhan Kades ini ada di kantor desa moawe ini, apa aja kendala juga keperluan penting warga desa Tidak akan datang ke rumah pribadi nya Bapak Kepala Desa

Menurut awak media ini dan sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya mengatakan, ” Situasi ini sudah berlangsung cukup lama/beberapa tahun ini, Setiap kali kami datang, kantor kosong. Tidak ada satupun perangkat desa yang hadir, baik Sekretaris Desa maupun Bendahara Desa dan perangkat lainnya” ungkapnya.

Informasi lain yang berhasil dihimpun dengan sumber yang berbeda yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa ‘ bahkan hampir seluruh aparat desa memetingkan tugas luar dari pada tugas sebagai aparat desa” Ujarnya.
Hal ini di benarkan oleh Ketua BPD Desa Moawo setelah di temui dan di konfirmasi di rumahnya oleh awak media.

Sikap aparatur desa yang diduga lalai atau mengabaikan dalam menjalankan tugasnya ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat Desa Moawe. Mereka menilai perangkat desa telah mengabaikan tanggung jawab publik, padahal gaji dan tunjangan mereka bersumber dari keuangan negara.

Selanjutnya informasi lain yang berhasil di dapat awak media dari salah satu warga yang juga enggan disebutkan namanya mengatakan “hampir semua aparat desa ada hubungan keluarga” ungkapnya. Namun jika hal ini benar adanya hubungan keluarga tersebut dalam penetapan jabatan tersebut maka dapat memicu praktik nepotisme yang melanggar peraturan perundang-undangan dan etika pemerintahan.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 undang undang tentang Desa, serta Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 yang mengatur pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa, disebutkan bahwa perangkat desa yang tidak disiplin dapat dikenai sanksi administratif hingga pemberhentian dari jabatan.

Awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Moawo tetapi Bapak Kepala Desa Moawe enggan memberikan komentar terkait permasalahan di desa tersebut malah langsung memblockir salah satu nomor kontak awak media ini. Apakah begini etika seorang Aparatur negara yang berpendidikan?

Warga masyarakat berharap terhadap pihak instansi terkait dari kecamatan, seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), segera turun tangan untuk melakukan evaluasi, mengaudit semua kegiatan sejak tahun 2018 serta melaksanakan pembinaan terhadap perangkat desa di desa Moawo Kecamatan Lahewa tersebut.

“Kami minta Camat Lahewa dan pihak terkait turun langsung mengecek kondisi di lapangan. Jangan sampai pelayanan publik terabaikan dan tidak dijalankan dengan baik,” ujar salah satu sumber yang prihatin terhadap kondisi tersebut. ( Team )

Back To Top