Https//detik24.com-11-06-2024 massa hadirin kantor kejati riau dengan berbagai elmen mahasiswa pemuda berdemonstrasi/

Pekanbaru-detik24.com,Meminta Kejati Riau melanjutkan penanganan dugaan Korupsi,pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat PUPR Khairul Rizal dan kabid cipta Karya Provinsi Riau,digoyang aksi demonstrasi dari Gerakan Pemuda Mahasiswa Pekanbaru Peduli Keadilan atau GPMPPK

Di depan gedung Kejaksaan Tinggi atau Kejati Riau,Mahasiswa beserta pemuda menyampaikan orasi agar diberikeadilan kepada yang merugikan Negara dan juga hak masyarakat Riau Indonesia. Selasa 11-06-2024.

Adapun kedua pejabat yang menjadi sasaran demonstran yakni Kabid Perkim Dinas PUPR Provinsi Riau Khairul Rizal dan Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Provinsi Riau Thomas Larfo Dimiera.

Pantauan beberapa media di sekitaran kantor Kejati Riau di Jalan Sudirman, sejumlah petugas kepolisian sudah bersiaga. Bahkan aparat mengerahkan sebanyak 5 unit mobil khusus untuk mengawal aksi demostrasi tersebut.

Robby Kurniawan, Koordinator Lapangan atau Korlap Gerakan Pemuda Mahasiswa Pekanbaru Peduli Keadilan GPMPPK menyatakan, pihaknya akan menurunkan massa sebanyak 2000 orang lebih yang terdiri dari elemen masyarakat, pemuda dan mahasiswa.

Aksi ini bentuk nyata sebagai kontrol sosial memberantas tindakan dugaan korupsi yang merugikan negara dan pemerintah daerah Riau.

GPMPPK menyampaikan kepada wartawan akan melakukan aksi unjuk rasa damai terhadap Kabid Perkim Dinas PUPR Provinsi Riau Khairul Rizal dan Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Provinsi Riau Thomas Larfo Dimiera.

GPMPPK menduga  Khairul Rizal selaku Kabid Perkim Dinas PUPR dinilai tidak baik dalam mengatur segala urusan pekerjaan di lapangan. Sementara, menurut GPMPPK, Kabid Cipta Karya Thomas Larfo Dimiera dinilai telah menciptakan kegaduhan sosial terkait kegagalannya dalam penyelesaian proyek payung elektrik yang ada di halaman Mesjid Agung An-Nur Provinsi Riau senilai puluhan miliar. Diketahui, proyek yang meniru payung elektrik Masjid di Mekah dan Madinah tersebut kini mangkrak.

Selain itu, GPMPPK menduga terjadi pengaturan proyek dengan istilah “satu pintu” yang berpotensi memunculkan dugaan permainan proyek dengan oknum-oknum tertentu.

Meminta Kajati Riau melanjutkan penanganan dugaan korupsi atas gagalnya pembangunan proyek payung elektrik di Masjid An Nur Provinsi Riau,yang menelan anggaran meliaran rupiah.



Editor    : Dedi Usman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *